EMOSI, STRESS, DAN DEPRESI
EMOSI

Sebelum membahas ke hal emosi kita tunjau dulu “apa itu perasaan?”
Perasaan (feeling) dapat mempunyai dua arti. Secara fisik perasaan berarti penginderaan ia merupakan salah satu fungsi tubuh untuk mengadakan kontak dengan dunia luar. Dalam arti psikologis, perasaan mempunyai arti menilai yaitu penilaian terhadap sesuatu hal.
Emosi mempunyai arti yang agak berbeda dengan perasaan. Di dalam pengertian emosi sudah terkandung unsur perasaan yang mendalam (intense). Emosi dapat timbul dari kombinasi beberapa perasaan. Dengan kata lain perasaan merupakan bagian dari pada emosi. Emosi merupakan suasana kesadaran dari individu.
Salah satu teori emosi dikemukakan oleh
Harvey Cau : ” TEORI ORGANIC READJUSMENT” : artinya emosi adalah penyesuaian organis yang timbul secara otomatis pada manusia / individu dalam menghadapi situai2 tertentu, misalnya : emosi marah timbul jika organisme dihadapkan rintangan yang menghambat kebebasan untuk bergerak, sehingga semua tenaga dan daya dikerahkan untuk mengatasi rintangan itu dengan dirinya, ditandai oleh gejala-gejala seperti denyut jantung yang meninggi. pernafasan semakin cepat, dan sebagainya.
Emosi akan mudah dikenal dan dirumuskan hanya dalam hubungan dengan situasi dimana emosi itu timbul, misalnya :
- Emosi takut, karena situasi yang dihadapi berbahaya
- Emosi terkejut, karena situasinya datang dengan tiba-tiba.
Menurut JB Watson menyatakan bahwa pada manusia (pada anak kecil) mempunyai 3 (tiga) emosi dasar :
- Takut, yang dalam perkembangan selanjutnya bisa menjadi cemas.
- Kemarahan, akan berkembang antara lain menjadi marah.
- Cinta, yang akan berkembang menjadi simpati.
Aspek2 emosi menurut CT MORGAN :
- Emosi adalah sesuatu yang sangat erat hubungannya dengan kondisi tubuh, misalnya : enyut jantung, sirkulasi darah, dan pernafasan.
- Emosi adalah sesuatu yang dilakukan atau diekspresikan, misal : tertawa, tersenyun, menangis.
- Emosi adalah sesuatu yang dirasakan, misal : jengkel, kecewa, senang.
- Emosi juga merupakan suatu motif, sebab mampu mendorong individu untuk berbuat sesuatu kalau individu beremosi senang. Kalau tidak senang maka tidak akan melakukan sesuatu.
Singkat kata —> EMOSI merupakan gabungan dari berbagai macam perasaan.
STRESS

Salah satu masalah yang pasti akan dihadapo oleh setiap orang dalam kehidupan, adalah stress.Stress merupakan kondisi ketegangan yang berpengaruh terhadap emosi, jalan pikiran, dan kondisi fisik seseorang.Stress yang tidak dapat diatasi dengan baik, biasanya berakibat pada ketidakmampuan seseorang berinteraksi secara positif dengan lingkungannya. Berbagai gejala tersebut pada umumnya timbul sebagai perilaku yang tidak “normal” : gugup, tegang, selalu cemas, gangguan pencernaan , tekanan darah tinggi. Pengaruh gejala-gejala tersebut dapat terlihat pada kondisi mental tertentu : minum-minuman keras, merokok berlebihan, sulit tidur, sikap tidak bersahabat, putus asa, mudah marah, sukar mengendalikan emosi, dan bersifat agresif.
Sumber Stress (Stressor) Psikososial
Stressor psikososial adalah setiap keadaan / peristiwa yang menyebabkan perubahan dalam kehidupan seseorang (anak, remaja, atau dewasa), sehingga orang itu harus mengadakan adaptasi/ menanggulangi stressor yang timbul. Namun tidak semua orang mampu mengadakan adaptasi dan mampu menanggulanginya, sehingga timbullah keluhan-keluhan kejiwaan.
Jenis stressor psikososial dapat digolongkan sebagai berikut :
- Perkawinan : pertengkaran, perpisahan, perceraian, ketidaksetiaan, kematian salah satu pasangan
- Problema orang tua : tidak punya anak/ kebanyakan anak, kenakalan anak, anak sakit
- Hubungan interpersonal (antar pribadi) : konflik dengan kekasih/ teman/ atasan/ bawahan
- Pekerjaan : mutasi, pekerjaan tidak cocok, pensiun, PHK, pekerjaan terlalu banyak
- Lingkungan Hidup : kondisi lingkungan yang buruk bagi kesehatan, penggusuran, lingkungan yang rawan kriminal
- Keuangan : terlibat hutang, pendapatan rendah
- Hukum : pengadilan, penjara
- Perkembangan fisik/ mental : pada masa anak-anak, masa remaja, menopause
- Penyakit fisik atau cedera
- Faktor keluarga : kondisi keluarga yang tidak baik
- lain-lain : bencana alam, kelaparan, perkosaan, kehamilan di luar nikah
Tahapan Stress
Menurut Dr. Robert J. Van Amberg (psikiater)
Stress tahap I
Tahapan ini merupakan tingkat stress yang paling ringan, dan biasanya disertai dengan perasaan-perasaan sebagai berikut :
- semangat besar
- penglihatan tajam, tidak sebagaimana biasanya
- energi dan gugup berlebihan, kemampuan menyelesaikan pekerjaan lebih dari biasanya
Tahapan ini biasanya menyenangkan dan orang lalu bertambah semangat, tanpa disadari bahwa sebenarnya cadangan energinya sedang menipis.
Stress tahap II
Dalam tahapan ini dampak stress yang menyenangkan mulai menghilang dan timbul keluhan-keluhan dikarenakan cadangan energi tidak lagi cukup sepanjang hari. Keluhan-keluhan yang sering dikemukakan sebagai berikut :
- merasa letih sewaktu bangun pagi
- merasa lelah sesudah makan siang
- merasa lelah menjelang sore hari
- terkadang gangguan pada sistem pencernaa (gangguan usus, perut kembung), kadang-kadang pula jantung berdebar-debar.
- perasaan tegang pada otot-otot punggung dan tengkuk (belakang leher)
- perasaan tidak bisa santai
Stress tahap III
Pada tahapan ini keluhan-keluhan semakin nyata/ semakin mengganggu dan sering dikemukakan, antara lain :
- gangguan perut bertambah : maag, diare
- ketegangan otot bertambah
- emosional semakin tegang/ tidak tenang
- insomnia/ gangguan pola tidur
- koordinasu tubuh terganggu ( oyong/ serasa mau pingsan)
Tahapan ini, individu / pasien :
- sudah harus istirahat/ konsultasi ke dokter
- sering dikatakan dokter tidak ada penyakit, karena tidak ditemukan kelainan fisik
- bila dipaksakan terus akan masuk tahap IV
Stress tahap IV
Pada tahap ini, energi tidak cukup lagi untuk mengatasi keadaanya. Keluhan-keluhan dan situasi individu antara lain :
- sulit bertahan sepanjang hari
- pekerjaan menjadi beban berat dan sulit
- respon tidak sesuai / tidak memadai
- kegiatan rutin tidak mampu lagi
- gangguan tidur dan banyak mimpi tegang
- menolak ajakan karena tek bergairah
- daya ingat dan konsentrasi menurun
- timbul rasa takut/ cemas tanpa sebab
Bila pada tahap ini dibiarkan/ tidak mendapat penanganan, maka akan meningkat ke tahap V.
Stress tahap V
Merupakan tahap menjelang klimaks, dengan keluhan-keluhan semakin nyata, antara lain :
- kelelahan fisik dan mental semakin dalam
- tak mampu mengerjakan hal ringan/ sederhana
- ganguan perut semakin berat
- cemas/ takut tambah berat sampai bingung/ panik
Stress tahap VI
Merupakan tahapan klimaks , dengan keluhan-keluhan antara lain :
- jantung berdebar-debar
- sesak/ mengap-mengap, badan gemetaran, keringat bercucuran, dingin
- hilang tenaga sampai pingsan/ kolaps
Serangan hebat dengan panik/ takut mati sampai harus di gotong ke UGD/ ICU tetapi akhirnya dipulangkan karena tidak ditemukan kelainan fisik organ tubuh.
Jadi, Stress itu sifatnya individual yang timbul karena adanya aspek kognitif stress, yaitu cara kita menilai / menerima lingkungan sebagai sumber stress.
DEPRESI

Salah satu bentuk stress yang dapat menimbulkan gangguan kejiwaan kecuali kecemasan adalah juga yang dinamakan depresi.Depresi adalah salah satu bentuk gangguan kejiwaan pada alam perasaan (afektif, mood), yang ditandai dengan kemurungan, kelesuan, ketiadaan gairah hidup (apatis), perasaan tidak berguna, putus asa, dan lain-lain. Secara lengkap gambaran depresi adalah :
- Afek disforik yaitu perasaan murung, sedih, gairah hidup menurun, tiada semangat, dan merasa tidak berdaya
- Perasaan bersalah/ berdosa, penyesalan
- nafsu makan menurun
- berat badan menurun
- konsentrasi dan daya ingat menurun
- gangguan tidur : insomnia (sukar/ tidak dapat tidur) , atau sebaliknya hipersomnia, terlalu banyak tidur. Hal ini sering kali disertai mimpi-mimpi yang tidak menyenangkan
- Agitasi atau retardasi psikomotor (gaduh gelisah/ lemah tak berdaya)
- hilangnya rasa senang, semangat, dan minat, tidak suka melakukan hobi, kreatifitas menurun
- gangguan seksual
- pikiran-pikiran tentang kematian, bunuh diri
Ada depresi yang diikuti oleh :
- obsestif kompulsif , contoh : di kamar mandi
- tidak ada apa-apa, seperti merenung
- klepto
- psikotik, seperti halusinasi, waham
Bunuh diri dapat terjadi karena 3 hal :
- ada motivasi / ide ingin mati, ada rencana
- ada kesempatan
- ada alat
Depresi merupakan stress yang berakumulasi artinya stress yang dirasakan tidak hanya satu tapi banyak (stress yang berkepanjangan).
THANK YOU :)